Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu
Tampilkan postingan dengan label mikrodermabrasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mikrodermabrasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Desember 2014

Mikrodermabrasi: Kontra-aksi dan Aftercare

 Kontra-aksi Mikrodermabrasi
Perawatan dengan mikrodermabrasi tidak menimbulkan rasa nyeri, akan tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :
·         Dalam beberapa kasus sering timbul kemerahan
·         Setelah perawatan selesai, kulit terasa seperti tersengat dan ketat
·         Dalam beberapa kasus, kulir rasa clekit seperti tergores
·         Setalah dirawat kulit menjadi lebih bersih dan berwarna terang
·      Dapat tejadi hipersensitif, terutama pada malam hari pada awal perawatan, yang merupakan reaksi yang normal. Kulit cukup diberi soothing lotion yang segar

After Care
Setelah perawatan, sangatlah penting untuk memberikan penjelasan kepada klien untuk memastikan klien menggunakan produk yang benar. Melakukan tindakan pencegahan yang diperlukan dan memberikan kontribusi bagi proses pemulihan pasca perawatan. Diperlukan waktu hingga 3 hari untuk mengembalikan fungsi normal sawar (barrier) kulit.
·         Jangan berenang atau menggunakan terapi panas seperti sauna dan steam
·         Hindari paparan sinar UV (jangan berjemur atau menggunakan sun bed) selama 7 hari setelah perawatan, karena kulit sangat rentan terhadap kerusakan karena sinar matahari
·      Tidak menggunakan make up selama dua hari (jika mungkin)
·     Menggunakan produk tabir sutya (sunblock) dengan SPF cukup tinggi bahkan di musim dingin
·  Hindari perawatan dengan menggunakan panas dan tanning selama 24-48 jam setelah perawatan untuk menghindari kepekaan kulit
·       Selalu pastikan bahwa tangan harus bersih sebelum menerapkan apa pun pada kulit

·      Jangan mengaplikasikan produk ke kulit yang memiliki efek pengelupasan atau peeling seperti AHAs.

Continue read:
7. Kontra-aksi dan Aftercare

Mikrodermabrasi: Berbagai Perawatan Masalah Kulit dengan Mikrodermabrasi

a.      Anti-aging
·    Fungsi utama dari mikrodermabrasi antara lain menstimulasi regenerasi dan pembaharuan epidermis, menjadikannya licin, halus, kembali normal dan sehat
·       Membangun kembali keseimbangan biologis kulit, dengan meningkatkan metabolisme maka akan melancarkan aliran darah, melenyapkan toksin serta mengaktifkan sel-sel kulit dengan hasil mengencangkan serta menguatkan jaringan kulit
·  Lapisan superficial kulit mengalami pengelupasan melalui pengikisan yang lembut dan berulang-ulang. Selesai perawatan kulit menjadi agak kemerahan
·        Jangan lupa mengoleskan moisturizing crem sepanjang hari

b.      Hiperpigmentasi
·        Hiperpigmentasi adalah keadaan dimana produksi zat warna kulit (melanin) tidak normal atau berlebihan
·       Kloasma, noda pigmentasi yang sering timbul pada wanita hamil atau karena Pil KB
·   Fotosensititasi, noda pigmentasi karena terpapar sinar matahari, kemungkinan lain karena pengaruh zat-zat tertentu, seperti obat-obatan, wau de cologne, dan perfume
·         Age spot, sering terlihat pada punggung tangan, atau pada wajah mulai usia 50 tahun keatas.

c.       Stretchmark
·      Pada umumnya stretchmark tidak berhubungan dengan usia, dapat timbul pada wanita maupun pria, tetapi umumnya wanita
·         Berkembang pada saat pubertas, yang disebabkan karena perubahan hormone
·         Bertambahnya berat tubuh, kemudia berkurang dengan cepat
·         Kelebihan corticoids
·         Kehamilam, didaerah perut dan payudara
·         Menyusui, timbul di daerah samping payudara
·    Mikrodermabrasi dilakukan pada area yang lembut, yaitu di bagian tengah, kemudia pada sebelah pinggir, pengikisan berulang-ulang pada stretchmark dapat membuatnya menjadi tipis dan samar, dan harus dilakukan dengan hati-hati, karena jaringan tersebut sangat lembut

d.      Acne/scar
·         jenis jerawat dapat dirawat dengan mikrodermabrasi adalah jenis komedo dan acne scar
·         Harus dihindari pada daerah yang meradang atau terdapat infeksi
·     Aplikasi dengan rata, secara superficial dilakukan pada seluruh area, kemudian ulangi lagi pada daerah tertentu dimana scar terbentuk selama beberapa detik.
·        Perawatan mikrodermabrasi dapat diulang dalam waktu 7 hingga 10 hari, sealama 10 sampai 20 sesi, tergantung kebutuhan
·        Dapat terjadi hyperemia, akan tetapi jangan sampai pendarahan


Continue read:
6. Berbagai Perawatan Masalah Kulit dengan Mikrodermabrasi

Mikrodermabrasi: Indikasi dan Kontraindikasi

Indikasi
Indikasi mikrodermabrasi terbagi atas:
1. untuk mengatasi masalah penuaan pada:
    - orang dengan segala macam tanda-tanda penuaan pada kulit
    - orang dengan garis-garis halus, kerutan, atau garis ekspresi
    - orang dengan masalah photoaging dan deteriorated skin
2. untuk mengatasi masalah kulit:
    - bekas jerawat, bekas cacar, bekas luka akibat trauma, dll
    - hiperpigmentasi
    - stretchmark / striae
3. untuk mengatasi penyakit kulit:
    - keratosis
    - milium
    - kulit seboroik, dan lain-lain.

Kontraindikasi
Mikrodermabrasi tidak boleh diaplikasikan pada orang dengan alergi terhadap elemen mikrodermabrasi, mengidap penyakit asma, kulit yang sensitif/ hipersensitif, kulit dengan sunburn, sedang mengkonsumsi obat antikoagulan, dan mempunyai penyakit kulit seperti acne aktif, psoriasis, herpes, dan lain-lain.

Continue read:
5. Indikasi dan Kontraindikasi

Minggu, 07 Desember 2014

Mikrodermabrasi: Efek Pemakaian

Mikrodermabrasi terkini menggunakan ujung berlian atau kristal korindon (aluminium oksida) untuk mengikis kulit secara mekanis sampai lapisan yang dikehendaki. Selain membuang sel-sel kulit mati, mikrodermabrasi dapat meningkatkan sirkulasi arteri ke sel-sel kulit dan meningkatkan nutrisi dan oksigenasi yang dibutuhkan oleh sel. Peningkatan sirkulasi ini ditandai dengan memerahnya bagian kulit yang telah dikikis disertai edema ringan. Pengikisan lapisan kulit atas juga akan merangsang lapisan kulit bagian bawah untuk melakukan regenerasi sel-sel kulit, dan menstimulasi jaringan dermal-epidermal untuk meningkatkan sintesis kolagen dan elastin sehingga kerutan akan menipis, tekstur kulit membaik, kulit lebih lembut, normal, dan sehat.
Peningkatan sirkulasi tidak hanya mempengaruhi arteri dan vena, tetapi juga sistem peredaran limfatik, menyebabkan meningkatnya pembuangan zat-zat sisa dan toksin dari dalam tubuh.
Selain efek di atas, diketahui mikrodermabrasi juga menstimulasi ujung-ujung saraf sensorik sehingga sensitivitas kulit meningkat.


Continue read:
4. Efek Pemakaian Mikrodermabrasi

Mikrodermabrasi: Level Kedalaman Pengikisan


a.             Tingkat I
Mikrodermabrasi tingkat I hanya mengikis lapisan stratum korneum. Tujuannya
adalah untuk membersihkan, mencerahkan, dan menghaluskan kulit. Misalnya digunakan pada calon pengantin, kulit yang peka atau tipis akibat peeling, atau pun pada klien yang baru pertama kali melakukan peeling.

b.            Tingkat II
Peeling tingkat II mengikis lapisan kulit hingga lapisan basal mendekati dermis bagian atas (papiler). Biasa digunakan untuk terapi kosmetik. Direkomendasikan untuk terapi perawatan pigmentasi, garis-garis halus/kerutan, bekas luka, dan lain-lain.

c.             Tingkat III
Pengikisan tingkat ini mengelupas hingga lapisan basal khusus kulit tebal atau kulit yang mengalami keratinisasi, misalnya telapak kaki, tumit, dan lain-lain.
Tingkat ini baik untuk terapi stretchmark.

Continue read:
3. Level Kedalaman Mikrodermabrasi

Mikrodermabrasi: Klasifikasi dan Derajat Kedalaman Peeling

Klasifikasi Peeling
a.             Kimiawi
Peeling ini menggunakan zat kimia seperti asam retinoic, kojic, fenol, untuk pengikis epidermis dan dermis agar terjadi percepatan regenerasi kulit. Pengelupasan kimiawi mengaktifkan perubahan dalam kulit melalui 3 mekanisme yaitu:
1.      Stimulasi dari pertumbuhan epidermis
2.      Menghancurkan lapisan kulit dan menggantikannya dengan jaringan baru hasilnya secara kosmetik lebih baik.
3.      Induksi dari reaksi peradangan yang lebih dalam pada jaringan, disamping nekrosis yang diinduksi oleh bahan pengelupas.
Kerugian dari teknik peeling ini adalah sulitnya mengontrol kedalaman peeling, efek samping kemerahan setelah perawatan, dan penyembuhan yang lama.
b.            Fisik
Peeling ini salah satunya menggunakan radiasi laser sebagai alat untuk pengelupasan kulit. Walaupun alat ini dapat mengelupas lapisan kulit secara terkontrol lapis demi lapis, teknik yang digunakan merupakan teknik yang kompleks, memerlukan penyembuhan yang lama, dan efek samping yang membuat klien tidak nyaman, seperti perasaan terbakar, kemerahan, dan pembengkakan sementara.
c.             Mekanik
Peeling jenis mekanik melakukan perawatan wajah dengan pengikisan/abrasi bagian kulit dengan menggunakan alat khusus yang digosokkan secara lembut di permukaan kulit wajah. Alat khusus tersebut dapat berupa amplas/burs, berlian, atau kristal.

Derajat Kedalaman Peeling
a.             Superfisial
Pengelupasan hanya terjadi di lapisan epidermis kulit atau sekitar 0,06 mm dari atas permukaan kulit. Contoh: peeling kosmetik, frimator, ultrasound, dan beberapa peeling kimiawi (glycolic acid).
b.            Medium
Pengelupasan terjadi sampai lapisan basal dari epidermis atau sekitar 0,45-0,6 mm dari permukaan kulit. Contoh: peeling kimia TCA, kojic acid, dan lain-lain.
c.             Deep
Kedalaman peeling ini mencapai stratum papillare atau retikuler atau sekitar 0,8 mm. Contoh peeling yang dapat melakukan pengelupasan deep adalah fenol, resorcin, laser, dermabrasi amplas/burs.

Continue read:
2. Klasifikasi dan Derajat Kedalaman Peeling

Kamis, 04 Desember 2014

Mikrodermabrasi (microdermabrasion)

Definisi

Mikrodermabrasi adalah teknik pengikisan kulit secara terkontrol dan perlahan, selapis demi selapis hingga mencapai lapisan yang diinginkan. Mikrodermabrasi merupakan teknik non-invasif yang dirancang untuk memperbaiki penampilan kulit. Proses perawatan menggunakan mikrodermabrasi adalah perawatan yang mudah, cepat, dan tidak menyakitkan.
Mikrodermabrasi termasuk ke dalam golongan peeling. Perbedaan mikrodermabrasi dengan dermabrasi:
1.      Pada dermabrasi udara yang membawa corindon masuk ke dalam kulit dan tertinggal pada kulit, karena tidak ada penghisap lagi yang mengambil sisa-sisa corindon tersebut

2.      Pada mikrodermabrasi udara yang membawa bersih masuk ke permukaan kulit dan dihisap kembali untuk dibuang masuk ke dalam botol disposable detritus, sehingga sisa-sisa corindon tidak menempel pada kulit.


Prinsip Kerja Mikrodermabrasi

Prinsip kerja pada mikrodermabrasi menggunakan 2 sistem, yaitu :
1.      System kompresor : berguna untuk melakukan semprotan corindon ke kulit guna memberikan efek abrasif
2.      Suction pompa vacuum yang berguna untuk :
·         Micro massage à guna merangsang sirkulasi pada area yang dirawat, guna memberikan perbaikan nutrisi serta merangsang regenerasi sel-sel kulit baru
·         Membersihkan sisa partikel corindon, sehingga area tidak dipenuhi dengan corindon

Continue read:
1. Mikrodermabrasi: Definisi dan Prinsip Kerja